Tampilkan postingan dengan label 6. promotion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6. promotion. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

cara promosi

Cara promosi via website
Promosi penjualan, Promosi produk, Teknik menjual, Cara menjual Trik menjual
Tempat promosi online yang gratis dan efektif adalah lewat internet atau lebih tepatnya website atau blog.
Jika anda hendak memasarkan suatu barang ataupun jasa melalui sebuah website, maka website tersebut akan bekerja untuk anda 24 jam sehari memberikan informasi akan produk barang ataupun jasa yang anda tawarkan tanpa menuntut gaji ataupun lainnya.

Mengenai biaya pembuatan website bervariasi, bahkan anda mungkin bisa membuatnya sendiri atau mungkin anda memilih membayar jasa seorang web designer.
Tarif web designer pun bervariasi mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Hal-hal yang dilakukan seorang web designer adalah membuat beberapa file halaman website / html yang biasa disebut template dan menhubungkannya satu sama lain (me-link).
Setelah file-file tersebut selesai dibuat,maka ia akan mendaftarkan domain (alamat url) serta menyewa tempat hosting untuk menaruh file-file terbut.
Hosting merupakan sebuah server data (komputer) yang terhubung ke internet dan selalu menyala agar data-data yang ada didalamnya bisa diakses oleh pengguna internet.

Biaya untuk membeli sebuah domain berkisar antara Rp 40.000 hingga ratusan ribu rupiah pertahunnya.. Sedangkan sewa hosting berkisar antara rp 3.000 s/d beberapa puluh ribu perbulannya. (hal ini tergantung dari fasilitas yang dipilih)

Fasilitas yang di taarkan oleh perusahaan hsting antara lain:
disc space, misal 30 Mb, 50 Mb,100 Mb, 200 Mb dll
Band width, misal 100 Mb / bulan, 500 Mb / bulan, 1 giga / perbulan dll
Email account, misal 1 ,1 3 email account dsb
subdomain, misal 1, 2, 3 dll
lain-lain

Disc space
Disc space merupakan kapasitas dari hardisc dari hosting yang disewakan kepada anda. Cermat-cermatlah dalam memilih kapasitas (sesuaikan dengan kebutuhan anda.
Pada umumnya untuk sebuah file htlm (1 halaman website) dengan beberapa gambar didalamnya hanya membutuhkan beberapa kilo byte ( 1 Mb = 1000 Kbyte). Jadi jika anda tidak memerlukan banyak file audio / video dilalam website anda, saya kira disc space dengan kapasitas beberapa puluh Mb sudah cukup.
Band width
Untuk band width jika diperkirakan pengunjung website anda hanya beberapa ratus pengunjung perhari, maka anda tidak memerlukan band width besar.
Semakin banyak pengunjung, semakin besar band width yang anda perlukan perbulannya.. Saran saya gunakan band width yang sedang-sedang saja.
Email account
Jika anda membeli domain misalkan sbb: www.tokosaya.com, maka jika anda memperoleh 2 email account mungkin anda akan meggunakan alamat email sbb:
marketing@tokosaya.com
namaanda@tokosaya.com

Sub domainSub domain biasanya digunakan jika anda memiki banyak halaman website dengan berbagai versi bahasa dan lain-lain.


http://www.ilmu-marketing.co.cc/2009/05/cara-promosi-produk.html

promosi sepatu boots

Sahabat semua ini adalah berita unik sekaligus lucu, makanya jangan pada ngeres dulu ya.
Baca dulu sampai tuntas.


Supermodel Senior, Eva Haerzigova, Helena Christensen dan Claudia Schiffer telah membuktikan bahwa usia bukanlah suatu hal yang menjadi penghalang untuk bisa tampil seksi dan mempesona.
Wow!

Para supermodel yang sudah berusia diatas 40 tahun ini dan kalo boleh dibilang nenek-nenek ini, berpose seksi di majalah i-d untuk promosi sepatu boot milik Yves Saint Laurent, Louis Vuitton, Gucci. Para model berpose tanpa mengenakan pakaian dan hanya menggunakan sepatu boot kulit yang tingginya sepaha. Sambil mengedipkan mata yang menggoda untuk menambah kesan menggoda.

"Ini adalah hasil perpaduan karisma tiga ratu dari sekolah model kuno. Pemotretan ini diambil oleh fotografer Kayt Jones, sehingga menghasilkan foto yang seksi."ungkap Claudia,seperti yang dikutip pada news of the world(23/11/09).


Claudia yang berusia 40 tahun mengatakan seorang fotografer handal tidak akan berhenti memotret anda hanya karena batasan usia. Ini mengenai ekspresi dan aura karisma yang anda miliki.

Supermodel yang berasal dari 1 Managemen Model ini juga berpose individu dengan gaya kontemporer, termasuk foto Claudia yang memegang sebuah tas tangan sambil melindungi bagian tubuh vitalnya.

"Mereka memiliki keindahan universal sehingga mereka dapat memakai busana fashion berkelas, perhiasan berkelas dan barang-barang yang lebih komersial ataupun mereka berpose tanapa busana."ungkap Kayt Jones.


Walaupun usia ketiga model tersebut sudah tidak muda lagi,tapi pose seksi mereka itu tergolong masih cukup panas untuk membuat banyak kaum adam terpesona.






 http://limadua.forumotion.com/fashion-style-f31/promosi-sepatu-boot-supermodel-berpose-bugil-t80.htm

tujuan promotion

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk

arti promotion

Dunia marketing dalam BERITA'KU akan mulai membahas Promosi. Siapa sih yang enggak kenal promosi? Tapi apakah semua orang tau Arti Promosi atau Pengertian Promosi?Bagi para pemilik usaha dari yang kecil hingga besar pastinya sudah pernah mengenalnya, yang belum kenal segera berkenalan! Sadar atau tidak, kebanyakan orang pernah melakukan promosi, terlebih para pemilik usaha. Entah itu jualan pulsa, jualan koran, jualan sayur, jualan gorengan, jualan nasi kucing, jualan sandal jepit, jualan HP, jualan motor dan lain sebagainya, hingga usaha level atasnya seperti hipermarket, agen, showroom, factory outlet, departemen store, dan sebagainya, sebagian besar dari mereka pasti pernah melakukan yang namanya promosi. Contoh sederhananya liat saja gambar dipojok kiri atas artikel!itu adalah salah satu bentuk promosi juga loh, yaitu promosi blog. Promosi atau yang sering disingkat dengan promo sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari karena sudah banyak pihak yang melakukanya.

Meskipun sudah banyak yang melakukan promosi namun tak semua orang yang melakukan itu mengartikan bahwa apa yang dilakukanya adalah termasuk kegiatan promosi. Oleh sebab itu banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah berpromosi, seperti yang dialami oleh ibu Sarmi seorang pedagang pakaian disalah satu pasar tradisional daerah Klaten Jateng. Beliau memasang sebuah tulisan bertuliskan diskon 20% pada sebuah tumpukan pakaian, “oh, tulisan itu buat menarik perhatian pembeli biar kayak diswalayan-swalayan besar itu loh—kalo promosi itu setahu saya iklan kayak di TV-TV itu”, kata bu Sarmi menjelaskan tentang maksud dari tulisan diskon 20% itu. Ibu Sarmi tidak tahu bahwa tulisan diskon 20% itu adalah salah satu bentuk promosi.

Apa itu PROMOSI? Promosi adalah suatu usaha dari penjual/produsen dalam menginformasikan barang/jasa kepada pembeli/konsumen, agar pembeli/konsumen itu tertarik untuk melakukan transaksi pembelian atau pertukaran atas produk barang/jasa yang dijual atau ditawarkan. Promosi merupakan salah satu alat komunikasi antara penjual dengan pembeli yang sangat diperlukan dalam kegiatan usaha bisnis. Dengan promosi penjual bisa menyebar luaskan informasi usaha bisnis, mempengaruhi atau membujuk pembeli/konsumen, dan juga bisa mengingatkan agar barang/jasa yang kita jual tidak terlupakan dari benak para konsumen.

Dengan dilakukannya kegiatan Promosi bisa membuat sebuah usaha semakin dikenal dan diketahui oleh banyak orang. Jika sudah dikenal dan diketahui oleh banyak orang maka kemungkinan pembeli barang/jasa yang dijual akan semakin banyak. Jika pembelinya banyak pastinya kesempatan memperoleh keuntunganpun akan semakin terbuka lebar dan usaha bisnis juga akan semakin berkembang menjadi lebih besar.

http://beritawonganteng.blogspot.com/2010/04/arti-promosi-atau-pengertian-promosi.html

memilih lokasi yg strategis

Biaya hidup dan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat dari hari ke hari, memaksa banyak karyawan untuk berfikir keras bagaimana menambah income bulanan. Jika hanya berharap pada gaji, akan sangat tidak sebanding dengan banyaknya kebutuhan, baik itu untuk makan sehari-hari, jajan anak-anak, kebutuhan sekolah, pengobatan, atau mungkin ada anak saudara yang ikut menumpang dirumah yang perlu juga dibiayai sekolahnya.

Jika baru lulus smu atau universitas, di hadang oleh susahnya mencari lowongan pekerjaan, sudah melamar sana-sini tapi belum ‘keterima‘, padahal nilai IP sangat baik dan memuaskan, tapi karena tingkat persaingan tenaga kerja yang ketat, akhirnya nasib baik belum menghampiri. Bukannya pemerintah tidak ikut memikirkan hal ini, pemerintah juga telah berupaya mengurangi pengangguran di negeri ini dengan cara membuka kesempatan seluas-luasnya untuk di terima sebagai PNS, tapi karena jumlah lulusan smu dan universitas yang mencari lapangan pekerjaan sangat banyak, lowongan pekerjaan di pemerintahan dan dunia swasta belum mampu menampungnya.

Di saat-saat seperti ini, mungkin bisa di coba untuk membuka usaha sendiri alias berwirausaha menjadi seorang entrepreneur kecil-kecilan, syukur-syukur bisa menjadi entrepreneur sukses sekelas Pak Roni Yuzirman atau pengusaha lainnya, Namun hati-hati, tidak sedikit mereka yang ingin segera meraup untung malah menuai rugi. Biasanya hal ini terjadi karena mereka hanya melihat orang lain sukses disuatu bisnis, misalnya di bisnis A, akhirnya mereka ikut-ikutan meniru dan masuk ke bisnis A tanpa memperhitungkan situasi dan kemampuan yang ada.

Saat ini, banyak pengusaha muda yang memulai bisnis dari kampus alias saat masih masa kuliah. Trik pertamanya adalah memanfaatkan kampus sebagai pangsa pasar utamanya untuk berbisnis. Misalnya membuka jasa pengetikan atau sewa komputer, jasa les bahasa inggris atau les komputer, membuka warung makan murah meriah atau membuka toko kecil yang menjual alat-alat kantor dan kuliah plus jasa fotocopy. Pola bisnis ini biasanya difokuskan pada kegiatan dalam kampus dan mahasiswa. Beberapa usaha yang berawal dari kampus antara lain: Genesha Operation, Sugema, Pt Tirta Maya Cybermedia.

Ada juga yang memulai usahanya karena tekanan ekonomi untuk melanjutkan kuliah. Karena biaya yang minim, akhirnya “terpaksa” cari usaha sampingan supaya bisa tetap kulaih. Dan setelah tamat dari universitas, pekerjaan yang ditekuni juga tak jauh dari bidang bisnis yang dirintis sejak masa kuliah. Contohnya Bapak Abdul Latief, Bos Pasaraya yang memulai bisnisnya dengan berjualan telur di pasar untuk membiayai kualiahnya di Universitas Krisna Dwipayana.

Selain memulai bisnis saat masa kuliah, bisa juga memulai membuka usaha setelah lulus dari bangku kuliah atau dari smu/ stm. Biasanya hal ini di lakukan sambil menunggu panggilan karja. Umumnya hal ini dapat dilakukan oleh mereka yang sudah merintis bisnisnya dari masa dibangku sekolah atau belajar membuka usaha dari orangtuanya yang juga berstatus sebagai wirausaha atau pebisnis. Namun tidak menutup kemungkinan juga dapat dilakoni oleh mereka yang orangtuanya bukan pebisnis, tapi memiliki tekad memulai usaha karena lamaran kerja tidak ada satu-pun yang “nyantol“. Ada juga yang setelah lulus dari universitas, membuat usaha kecil “setengah coba-coba” di bidang yang memiliki pengalaman di masa kuliah, namun kemudian berkembang menjadi usaha yang besar, seperti kisah Budyarto dan 2 rekannya yang mendirikan Debindo yang pada mulanya menangani sub kontrak produk-produk promosi untuk agensi besar.

Bagaimana dengan “Bekerja lebih dahulu lalu perlahan menjadi wirausaha?” Langkah tersebut juga banyak ditempuh para wirausahawan. Selama menjadi karwayan, bisa mendapatkan pengalaman yang berharga, jaringan dan informasi yang lebih banyak tentang seluk beluk bisnis yang akan ditekuni. 5 s/d 15 tahun setelah lulus dari smu atau universitas merupakan masa yang paling pas. Setelah masa tersebut, seseorang akan sangat terbantu untuk sukses karena memiliki pengalaman, relasi, jaringan dan informasi dalam memulai bisnis barunya. Namun, kadangkala, kalau seseorang sudah masuk ke “zona nyaman” di dalam karirnya, biasanya dia akan “betah” lama-lama berkarir dan enggan terjun menjadi wirausahawan. Baru tersadar jika sudah mengalami masa sulit, misalnya harga-harga melambung tinggi, dan jumlah income dari gaji sudah sebanding lagi dengan tingkat inflasi yang terjadi.

Adhi S Lukman merintis Inaco setelah bekerja di pabrik makanan sekitar 4 tahun. M Najik membangun Kelola Mina Laut setelah 8 tahun bekerja di beberapa perusahaan sea-food. Pada saat bekerja dan menjalani karir menjadi karyawan, mereka belajar dan menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Sehingga pada gilirannya mereka merintis usaha sendiri, tidak ada kecanggungan atau salah langkah dalam bisnis baru mereka.

Bagi yang ingin memulai bisnis pertamanya, supaya tidak terjebak atau mengalami kerugian dalam memulai bisnis atau usaha, sebaiknya rencanakan dengan baik dan matang bisnis yang akan dijalankan. Namun demikian, jangan sampai terjebak pada kagiatan “kalkulasi” yang terlalu lama sehingga akhirnya tidak mengambil action. Memang penting sekali melakukan survey kelayakan usaha, menghitung untung rugi, melihat kondisi pasar, tapi jangan sampai hal-hal tersebut menghilangkan semangat kita memulai usaha dan akhirnya menunda-nunda rencana kita membuka sebuah usaha.

Dalam banyak hal, sukses atau tidaknya suatu usaha tergantung pada kreativitas dan kejelian pelaku bisnis itu sendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai suatu usaha antara lain:

1. Lihat situasi pasar (lokasi bisnis)

Lokasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam hal membuka usaha. Lakukan analisis kebutuhan di suatu tempat atau area, dengan melihat situasi pasar bisa ditentukan jenis usaha apa yang ingin di buka. Ada usaha yang cocok dibuka disuatu tempat / area, tetapi tidak cocok di tempat lainnya. Misalnya, mahasiswa biasanya membutuhkan tempat fotocopy atau rental komputer, maka tempatnya pun harus mendekati universitas atau kos-kosan mahasiswa. Sedangkan kalau mau buka usaha toko kelontong lebih cocok disekitar perumahan atau pemukiman penduduk. Lihat kondisi daerah yang anda bidik, ramai atau tidak, potensinya, dan rencana pengembangan daerah itu kedepannya, karena hal itu berhubungan dengan maju mundurnya bisnis anda di masa depan.

Jika harga sewa suatu lokasi lumayan mahal dan tak terjangkau, bisa mencoba memulai usaha dari rumah sendiri terlabih dahulu, misalnya menyulap garasi menjadi tempat usaha. Coba jika anda berjalan-jalan, lihatlah saat ini di depan rumah-rumah orang sudah banyak yang berjualan, ada yang berjualan voucher handphone, casing, hp second, ada yang berjulan nasi uduk, ada yang berjualan barang kelontong (aneka keperluan rumah tangga dan bahan pokok), pisang goreng, sampai ayam goreng crispy. Kelebihan membuka usaha dari rumah adalah sewa tempat menjadi “Gratis“, dan untuk penerangan malam hari tinggal diambil dari listrik rumah.

2. Modal

Ini yang paling yang harus disiapkan. Modal awal bisa berasal dari gaji yang disisihkan atau sumber lain. Bagaimana jika tidak punya modal sama sekali? jika tidak punya dana cash sama sekali, coba jadi “broker” terlebih dahulu, misalnya menjadi freelance marketer produk orang lain, dari komisi yang didapatkan dikumpulkan sedikit demi sedikit sehingga tercapai modal yang cukup untuk memulai usaha. Jadi diperlukan sikap disiplin menyisihkan penghasilan untuk modal usaha. Bisa juga (kalau terpaksa) meminjam ke sanak saudara, karena biasanya saudara sudah saling mengenal sehingga sudah ada rasa kepercayaan terhadap kita, sehingga mereka rela meminjamkan kita modal dengan bunga yang kecil. Usahakan minimal dana yang dimiliki sendiri 50% dari total modal yang dibutuhkan dan ingat perjanjian kapan pengembaliannya atau mencicil utang tersebut. Jangan sampai hubugan persaudaraan retak karena masalah hutang-piutang yang tidak beres.

Alternatif sumber modal yang lain adalah mengajak teman atau saudara untuk menanamkan modalnya pada usaha yang hendak dirintis. Atau bisa juga bikin usaha patungan, dengan modal dalam persentase tertentu. Misalnya rencana membuka toko baju dengan modal awal 10 juta (udah termasuk sewa tempat, peralatan dan barang modal), kalau buka sendiri memang berat, tapi kalau rencana ini bisa dishare ke saudara atau teman lain, misalnya ngajak 3 orang lagi untuk patungan, jadi total 4 orang yang bersama-sama membuka usaha, otomatis masing-masing cuma setor 2,5 juta, dan tentu lebih ringan.

3. Strategi bisnis & Promosi

Jika modal sudah disiapkan, dan lokasi sudah didapatkan, mulailah pelajari strategi bisnisnya. Dari bagaimana cara memperoleh penjualan yang bagus, cara mengelola usahanya, arus cash dan lain sebagainya, pendek kata bagaimana caranya supaya bisnis tersebut bisa berkembang dan maju. Katahui produk anda kapan permintaan konsumen banyak, dan kapan sepi, hal ini perlu disiapkan, karena berhubungan dengan pengelolaan keuangannya.

Langkah awal adalah memasang spanduk di depan toko, mencetak dan menyebarkan brosur, memasang banner di depan toko. Dalam melayani pelanggan harus ramah, dan penuhi kebutuhan pelanggan lebih dari apa yang dia harapkan, supaya lain kali dia membeli di toko kita, buka di tempat pesaing.

Selain itu, faktor promosi harus benar-benar diperhatikan, karena kadang-kadang kegiatan promosi dihilangkan saat roda bisnis sedang lesu dengan alasan tidak ada dana. Karena, promosi usaha dalam bentuk apapun jangan sampai terhenti dalam jangka waktu yang lama, karena bisa-bisa customer lupa akan usaha kita. Jika kita berpromosi secara rutin, orang akan selalu ingat kepada usaha , produk dan jasa kita, bahkan tertanam di alam bawah sadarnya informasi tentang bisnis kita. Promosi yang terus-menerus akan berdampak pada terjadinya penjualan.

Bila usaha sedang seret, tetaplah berpromosi, cuma usahakan mencari cara-cara promosi yang lebih efektif tapi lebih efisien dan mengena sasaran pelanggan kita. Kadang memang harus berkorban terlebih dahulu jika pemasukan minim tapi biaya promosi selalu keluar. Kalau kondisi ekonomi lagi buruk dan kita berhenti berpromosi, bisa-bisa kita dianggap sudah gulung tikar oleh pelanggan kita.

4. Keberanian mengambil resiko

“Menjadi entrepreneur itu resikonya besar!”. Ya … memang berisiko, tapi perlu diingat bahwa peluang incomenya juga lebih basar daripada sekedar menjadi karyawan biasa yang mengharapkan gaji bulanan yang jumlahnya di batasi. Di dalam dunia wirausaha, resiko kerugian sangat terbentang lebar, tetapi semua bisa diatasi dengan kehati-hatian dalam mengambil keputusan, kejelian, inovasi produk dan kreativitas dalam pemasaran.

5. Menjalin jaringan bisnis

Penting sekali untuk menjalin relasi atau jaringan bisnis seluas-luasnya. Ketahui setiap rekan bisnis, produk dan jasa apa yang mereka miliki, siapa tahu bisa bersinergi dengan anda. Rekan sesama pebisnis juga dapat saling memberi saran jika mengalami kesulitan dalam berbisnis.

http://partisimon.com/blog/hal-hal-yang-harus-diperhatikan-sebelum-memulai-bisnis-atau-berwirausaha-bagi-pemula.html